rawkcarpark

Archive for November 28th, 2007|Daily archive page

malaysia dikecam lagi

In berita pantas, dilema media on November 28, 2007 at 2:07 pm

Ratusan Mahasiswa Ponorogo Kecam Malaysia

Selasa, 27 November 2007
 
Ponorogo, Selasa–Ratusan mahasiswa Universitas Islam Sunan Giri (Unsuri) dan Institut Agama Islam Riyadatul Mujahidin Ponpes Walisongo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin berunjuk rasa mengecam Pemerintah Malaysia yang mengklaim kesenian reog.

Para pengunjuk rasa tersebut melakukan long march mulai dari kampus Unsuri menuju alun-alun kota dan dilanjutkan ke Gedung DPRD Kabupaten Madiun dengan membawa sejumlah tulisan berisi kecaman terhadap Pemerintahan Malaysia. Selain itu, mereka juga membakar dua bendera Malaysia.

Koordinator aksi, Fahrizal, mengatakan pembakaran bendera tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa selama ini terhadap Pemerintah Malaysia yang melakukan penjiplakan terhadap tarian Reog yang selama ini menjadi warisan leluhur masyarakat Ponorogo.

“Hal ini sudah sangat keterlaluan karena setelah gagal mengklaim lagu daerah rasa Sayange beberapa waktu lalu, kini pihak Malaysia kembali mengklaim tarian kesenian reog asal Ponorogo,” katanya.

Untuk itu, kami meminta kepada pemerintah setempat untuk tegas menyikapi persoalan ini dan diharapkan bisa segera mencari tahu alasan pemerintah Malaysia mengklaim reog asli Ponorogo tersebut.

Salah seorang seniman Reog Ponorogo, Sodik,  mendukung perjuangan para mahasiswa Unsuri dan Institut Agama Islam Riyadatul Mujahidin Ponpes Walisongo itu.

Ia mengatakan hanya dengan kata “lawan” kepada Pemerintah Malaysia untuk menyelesaikan masalah tersebut melalui jalur hukum.

Menaggapi hal itu, wakil ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Boking Hasan, akan menyampaikan aspirasi para pengunjuk rasa itu dengan menyampaikanya ke pemerintah daerah dan pusat.

“Kami akan sampaikan aspirasi tersebut agar pemerintah  bertindak tegas menyelesaikan persoalan tersebut,” katanya.

Dipetik dari: www.kompas.com 

Sumber: Antara
Penulis: jodhi

mentari merah di ufuk timur gaya amy dan rabbani

In berita pantas on November 28, 2007 at 1:41 pm

This is press release from EMI, plainly posted here for your information, guys. A nice progress of our rock icon and a good story too… SEIR

Tanggal 25hb Oktober 2007 yang lalu merupakan pengalaman yang amat berharga dan tidak dapat dilupakan oleh kumpulan nasyid Rabbani. Di mana mereka berpeluang merakamkan lagu duet bersama penyanyi rock negara lagi tersohor iaitu Amy Search. Lagu tersebut adalah lagu `Mentari Merah Di Ufuk Timur’ yang merupakan lagu popular kumpulan Search.Rakaman ini dijalankan di Baby Boss Studio,Petaling Jaya.

Pemilihan lagu ini adalah permintaan daripada Amy sendiri yang mana lagu `Mentari Merah Di Ufuk Timur’ merupakan lagu inspirasinya semasa berada di Gua Hira semasa dia menjalankan ibadah umrah yang lalu. Gabungan antara Rabbani dan Amy Search telah menghasilkan lagu `Mentari Merah Di Ufuk Timur’ yang cukup merdu di samping liriknya yang bersesuian sehingga menyusuk jiwa dan rohaniah.

Lagu duet ini dimuatkan dalam album kompilasi terbaru Rabbani yang mengandungi semua lagu hits & popular mereka sepanjang 10 tahun bergiat dalam industri muzik bertajuk `Rabbani 1418-1428 Hijrah’. Istimewanya album adalah iannya mengandungi 2 lagu yang dirakam baru iaitu selain lagu `Mentari Merah Di Ufuk Timur’ terdapat juga lagu duet bersama penyanyi popular iaitu Mawi yang berjudul `Saksi’. Lagu-lagu hits dan popular yang pernah menaikkan nama Rabbani di persada seni yang turut dimuatkan adalah seperti `satu qiblat yang sama’,`Intifada’,`anak soleh,`7 Hari’,`nawaitu’,`handzalah’,`Berkorban apa saja’,`pergi tak kembali’,`iqrar’,`Muhammad Ya habibi’,`Kerlipan cinta’,`Assalammualaikum’ dan `Insan’. Selain lagu-lagu di atas diselitkan juga surah-surah dan hadith-hadith yang terpilih seperti surah yasin-ayat 65,hadith –riwayat Al Tarmizi,hadith-Riwayat Bukhari & Muslim,Surah Al A’Raaf-Ayat 54 dan Hadith-Riwayat Al Tabarani.

Album ini akan dipasarkan di penghujung bulan November ini. END

img_0061.jpg

Beberapa bahan bukti yang sempat direkam Sarah, petugas promosi berkaliber di EMI.

img_0078.jpg